Wednesday, 1 August 2012

Sepenggal makna dari Lagu Lir-Ilir


Suasana kost yang cukup sepi pada malam yang sunyi, tiba-tiba terdengar suara tembang Jawa yang cukup Syahdu memecah kesunyian tersebut, ternyata suara tersebut berasal dari kamar sebelah (anggap saja itu kamarnya Cahyo). selidik punya selidik ternyata lagu tersebut adalah Lir-ilir yang dinyanyikan oleh Emha Ainun Najib. Karena saya tidak mengerti arti dari lagu tersebut saya pun bertanya pada teman saya tersebut apa arti dari lagu tersebut namun ternyata dia juga tidak begitu paham dengan maknanya yang ia tau itu merupakan lagu yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga ketika berdakwah dan mengandung pesan2 Islami yang tentunya mengajarkan banyak kebaikan.
Lalu saya pun searching dan ternyata memang lagu tersebut mengandung pesan-pesan moral

* Lir-ilir, Lir-ilir (Bangunlah, bangunlah)

Tandure wus sumilir (Tanaman sudah bersemi)
Tak ijo royo-royo (Demikian menghijau)
Tak sengguh temanten anyar (Bagaikan pengantin baru)

Makna: Sebagai umat Islam kita diminta bangun. Bangun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas untuk lebih mempertebal keimanan yang telah ditanamkan oleh Alloh dalam diri kita yang dalam ini dilambangkan dengan Tanaman yang mulai bersemi dan demikian menghijau. Terserah kepada kita, mau tetap tidur dan membiarkan tanaman iman kita mati atau bangun dan berjuang untuk menumbuhkan tanaman tersebut hingga besar dan mendapatkan kebahagiaan seperti bahagianya pengantin baru.

* Cah angon, cah angon (Anak gembala, anak gembala)

Penekno Blimbing kuwi (Panjatlah (pohon) belimbing itu)
Lunyu-lunyu penekno (Biar licin dan susah tetaplah kau panjat)
Kanggo mbasuh dodotiro (untuk membasuh pakaianmu)

Makna: Disini disebut anak gembala karena oleh Alloh, kita telah diberikan sesuatu untuk digembalakan yaitu HATI. Bisakah kita menggembalakan hati kita dari dorongan hawa nafsu yang demikian kuatnya?
Si anak gembala diminta memanjat pohon belimbing yang notabene buah belimbing bergerigi lima buah. Buah belimbing disini menggambarkan lima rukun Islam. Jadi meskipun licin, meskipun susah kita harus tetap memanjat pohon belimbing tersebut dalam arti sekuat tenaga kita tetap berusaha menjalankan Rukun Islam apapun halangan dan resikonya.
Lalu apa gunanya? Gunanya adalah untuk mencuci pakaian kita yaitu pakaian taqwa.

* Dodotiro, dodotiro (Pakaianmu, pakaianmu)

Kumitir bedah ing pinggir (terkoyak-koyak dibagian samping)
Dondomono, Jlumatono (Jahitlah, Benahilah!!)
Kanggo sebo mengko sore (untuk menghadap nanti sore)
Makna: Pakaian taqwa kita sebagai manusia biasa pasti terkoyak dan berlubang di sana sini, untuk itu kita diminta untuk selalu memperbaiki dan membenahinya agar kelak kita sudah siap ketika dipanggil menghadap kehadirat Alloh SWT.

* Mumpung padhang rembulane (Mumpung bulan bersinar terang)
Mumpung jembar kalangane (mumpung banyak waktu luang)
Yo surako surak iyo!!! (Bersoraklah dengan sorakan Iya!!!)

Makna: Kita diharapkan melakukan hal-hal diatas ketika kita masih sehat (dialambangkan dengan terangnya bulan) dan masih mempunyai banyak waktu luang dan jika ada yang mengingatkan maka jawablah dengan Iya!



Sumber : kertas-kecilkita.blogspot.com/2012/01/makna-lagu-lir-ilir.html
Lanjutkan Membaca...

Monday, 6 June 2011

Sejarah Pemantik


Taukah anda bahwa Pemantik/mancis lebih dulu ditemuka sebelum korek api komersil?

Pemantik/Mancis ditemukan tahun 1816. Lebih dikenal dengan nama "Lampu Dobereiner's" (dinamakan setelah penciptanya, Johann Wolfgang Dobereiner). Tapi pemantik ini tidak menggunakan butana atau minyak sebagai bahan bakar namun menggunakan hidrogen. Perbedaan lain adalah bahwa korek api ini memakai platinum sebagai katalis (digunakan untuk memulai perubahan kimia dari bahan bakar untuk api)

Pada tahun 1908, barulah korek api tercipta cukup kecil untuk muat di dalam saku.batu api yang lebih murah dari pada platinum menggeser posisi pemantik dikalangan menengah kebawah. Lalu dengan kemajuan teknologi, flint menggantikan peran platina sebagai katalis.

Pada 1920-an, pemantik masih sedikit mewah bagi kalangan perokok kelas menengah. Ini akan menjadi kemunduran berat bagi rata-rata pekerja kerah biru yang merokok. Tapi ketika tahun 1930-an seorang pria bernama George G. Blaisdell membuat suatu perubahan

Dia meningkatkan ergonomi kasus ringan. ia merancang sebuah kap berlubang untuk sumbu, yang terus tahan angin ringan. Selain itu, ia memodifikasi ruang bahan bakar menjadi lebih efisien, dan menambahkan tutup flip-top berengsel. Dan voila! Zippo memasuki dunia Pemantik/Mancis/korek gas.

Setelah munculnya Zippo, perusahaan lainnya mulai bermunculan. Semua kompetisi menyebabkan harga turun drastis.

Bahan bakar yang digunakan di sebagian besar Pemantik/Mancis/korek gas pada 1930-an adalah nafta, cairan berminyak yang berasal dari minyak bumi.

teknologi yang digunakan selanjutnya adalah piezoelektrik.piezoelektrik ditemukan pada awal 1800-an, namun potensinya pertama kali ditemukan pada tahun 1917, oleh ilmuwan Perancis. Ronson digunakan efek piezoelectric yang sama digunakan dalam mesin ini, untuk membuat sebuah alat penyala untuk Pemantik/Mancis/korek gas yang mengubah energi menjadi percikan listrik.
Lanjutkan Membaca...

Sejarah Piala Sudirman


Semula saya mengira kalau Sudirman Cup merujuk pada Jendral besar Soedirman(parah) namun setelah mendapat pencerahan dari bapak saya akhirnya saya mengerti bahwa Piala Sudirman yang diadakan beberapa hari yang lalu merujuk pada nama dari mantan pebulutangkis Indonesia, Dick Sudirman (29 April 1922- 10 Juni 1986) yang merintis Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan menjadi ketua PBSI selama 22 tahun (1952-1963 dan 1967-1981). Beliau juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden IBF pada tahun 1975.

Piala Sudirman adalah turnamen bulutangkis tim campuran. Diadakan setiap 2 tahun sekali. Ada 5 pertandingan dalam setiap ronde: tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri dan ganda campuran. Turnamen ini pertama kali diadakan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia pada tanggal 24-29 Mei 1989.

Indonesia memenangkan piala sudirman pada tahun 1989. sepanjang sejarah turnamen piala sudirman hanya empat negara yang berhasil mencapai semifinal pada semua turnamen piala sudirman yaitu: Indonesia, korea selatan, china dan denmark. China meraih 8 kali menang, diikuti Korea Selatan 3 kali, dan Indonesia 1 kali menang.


Tinggi piala sudirman 80 cm. Terbuat dari 22 karat (92%) emas campuran perak solid. Bentuk badan piala sudirman adalah octagonal bagian bawah piala terbuat dari kayu jati. Bentuk badan piala adalah berbentuk shuttlecock dan bagian atas berbentuk replika candi borobudur. Gagang piala berbentuk stamens, sebagai simbol bibit dari bulutangkis.

Hasil Sudirman Cup 2011

China meraih juara Piala Sudirman 2011 usai menggulung Denmark dengan skor 3-0.


Poin pertamax bagi China diberikan oleh ganda campuran Xu Chen/Ma Jin. Melalui pertarungan dua set yang memakan waktu 40 menit, Xu Chen/Ma Jin mengalahkan Joachim Fischer Nelsen/Christinna Pedersen 21-14, 21-14.

Tunggal putra Lin Dan menambah keunggulan bagi China menjadi 2-0. Pebulutangkis putra ranking tiga dunia tersebut berhasil menundukkan Peter Gade juga lewat straight set, 21-16, 21-11 dalam waktu selama 49 menit.

China memastikan kemenangan di partai ketiga saat ganda putra Cai Yun/Fu Haifeng berhasil mengakhiri perlawanan Carsten Mogensen/Jonas Rasmussen 21-17, 21-13 di laga yang berdurasi selama 43 menit.

Dengan ini China berhasil menambah rekor sebagai juara sebanyak 8 kali.

Meskipun hanya sampai semifinal perjuangan tim Indonesia layak diberikan apresiasi.
Lanjutkan Membaca...

Monday, 23 May 2011

Green Children of Woolpit


Satu lagi legenda dari daratan Inggris yang sampai saat ini masih menjadi misteri, yaitu Green Children of Woolpit atau Anak-anak hijau dari Woolpit. Legenda ini terjadi sekitar abad ke-12, saat masa pemerintahan raja Stephen (1135 - 1154 Masehi) dan terjadi di sebuah desa kecil di Suffolk yang bernama Woolpit.

Suatu ketika muncullah sepasang anak yg secara misterius muncul di desa itu di Suffolk, Ke2 anak tsb mempunyai kulit berwarna hijau. Selain kulitnya yg hijau, Mereka bicara dlm bahasa aneh yg tdk dikenali, menggunakan pakaian g tidak biasa & tdk mau makan apapun kecuali kacang polong. Namun, kurang dari seahun, si anak laki-laki jatuh sakit dan meninggal. Untungnya, anak yang perempuan berhasil bertahan hidup. Sejalan dengan perkembangan usianya yang semakin dewasa, warna hijau pada tubuhnya perlahan menghilang dan berubah menjadi normal. Ia diberi nama Agnes. Kemudian, Agnes menikah dengan seorang bangsawan dari Norfolk dan menggunakan nama Agnes Barre.

Setelah ia belajar Bahasai Inggris ia menjelaskan bahwa mereka datang dari suatu desa bernama St. Martin yg merupakan tempat yg gelap karena matahari tdk bersinar disana. Ketika sdng menggembala ternak milik ayah mereka, mereka menemukan sebuah sungai dari cahaya & mengikutinya, sampai tiba2 mereka telah berada di Woolpit.
Lanjutkan Membaca...
 

History Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template